PENYULUHAN ANTI BULLYING DALAM MENINGKATKAN LITERASI KESEHATAN MENTAL SISWA DI SMKN 3 KIMIA MADIUN
Kata Kunci:
Anti Bullying, Literasi Kesehatan Mental, Penyuluhan, Siswa SMK, Pengabdian MasyarakatAbstrak
Bullying atau perundungan adalah salah satu masalah penting yang masih marak terjadi di lingkungan pendidikan, dengan kasus yang terus meningkat setiap tahunnya. Bullying tidak hanya menyebabkan kerugian fisik, tetapi juga pengaruh buruk terhadap kesehatan mental dan prestasi belajar korban. Kegiatan penyuluhan ini memiliki tujuan memberi pemahaman literasi kesehatan mental siswa terkait perilaku anti bullying melalui kegiatan penyuluhan di SMKN 3 Kimia Madiun. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode pendidikan partisipatif yang meliputi presentasi interaktif, penilaian pre-test dan post-test, serta tanya jawab yang melibatkan siswa kelas X. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman siswa yang signifikan mengenai definisi, jenis, dampak, dan pencegahan bullying setelah kegiatan penyuluhan berlangsung. Sebelum kegiatan, hanya 82,25% siswa yang memiliki pengetahuan memadai tentang bullying, sedangkan setelah penyuluhan angka tersebut meningkat menjadi 91,86%. Siswa menjadi lebih sadar terhadap bentuk-bentuk bullying yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari di sekolah—khususnya bullying verbal dan relasional—serta memperoleh pengetahuan praktis tentang cara merespons sebagai saksi aktif (upstander). Program penyuluhan terbukti efektif dalam membangun literasi kesehatan mental dan mendukung terciptanya budaya sekolah yang lebih aman dan saling menghargai. Tindak lanjut kegiatan dan institusionalisasi program anti bullying sebagai bagian dari kurikulum rutin sekolah direkomendasikan untuk mempertahankan hasil yang telah dicapai.




