PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DALAM STIMULASI, DETEKSI DAN INTERVENSI DINI TUMBUH KEMBANG PADA BALITA DI KUMIS KUCING, DES. WALUHU, KAB. BONE BOLANGO
Kata Kunci:
Posyandu, SDIDTK, Pemberdayaan Kader, Tumbuh Kembang BalitaAbstrak
Posyandu memiliki peran penting dalam memantau tumbuh kembang balita, terutama di wilayah pedesaan yang minim tenaga kesehatan profesional. Sayangnya, banyak kader posyandu yang belum memahami secara optimal konsep Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Kumis Kucing, Desa Waluhu, Kabupaten Bone Bolango, melalui pendekatan edukatif interaktif. Metode yang digunakan meliputi ceramah, pelatihan praktik, demonstrasi, simulasi penggunaan KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan), serta diskusi kelompok. Penelitian ini menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan kader. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan: rata-rata nilai pre-test sebesar 56,47% meningkat menjadi 81,76% pada post-test. Sebelum pelatihan, mayoritas kader berada pada kategori pengetahuan “kurang” (52,9%), namun setelah pelatihan, seluruh kader (100%) berada pada kategori “baik”. Hasil ini memperkuat bukti bahwa pelatihan interaktif berbasis praktik efektif meningkatkan pemahaman kader dalam pemantauan tumbuh kembang balita. Diharapkan program ini menjadi model pemberdayaan kader yang dapat direplikasi di wilayah lain sebagai upaya pencegahan keterlambatan tumbuh kembang dan stunting secara berkelanjutan.




