EFEKTIVITAS EDUKASI PERSONAL HYGIENE INTERAKTIF TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA PUTRI DI SMA KYAI AGENG BASYARIYAH KABUPATEN MADIUN
Kata Kunci:
Personal Hygiene, Remaja Putri, Edukasi Kesehatan, Pengabdian Masyarakat, Perilaku Hidup Bersih dan SehatAbstrak
Rendahya pemahaman tentang kebersihan diri di kalangan remaja perempuan meningkatkan kemungkinan munculnya masalah kulit dan kesehatan lainnya, sedangkan program pendidikan yang fokus pada lingkungan sekolah dan interaksi sosial sehari-hari masih jarang tersedia secara menyeluruh. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menilai efektivitas dari edukasi interaktif “Glow Up Inside Out: Membangun Gaya Hidup Bersih di Sekolah dan Tongkrongan” dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang kebersihan pribadi remaja putri di SMA Kyai Ageng Basyariyah Kabupaten Madiun, dilaksanakan pada 11 Juni 2026. Desain pre-post test kelompok diterapkan pada 15 peserta kelas XI (usia 16–18 tahun, data berpasangan), dengan intervensi meliputi ceramah interaktif, sesi tanya jawab berhadiah, serta pengukuran pengetahuan menggunakan kuesioner Google Form. Hasil menunjukkan pola yang bertentangan dengan asumsi awal: rata-rata skor pengetahuan justru berkurang dari 90,7% pada pre-test menjadi 84,0% pada post-test, sedangkan proporsi peserta yang menjawab benar semua pertanyaan tetap konsisten pada 73,3% di kedua pengukuran. Pencarian data individu menunjukkan bahwa penurunan skor kelompok tidak mencerminkan kegagalan intervensi, melainkan disebabkan oleh dua peserta yang memberikan jawaban tidak konsisten pada post-test diduga karena menurunnya konsentrasi menjelang istirahat siang, serta oleh efek langit-langit, di mana skor pre-test yang tinggi sejak awal membatasi kesempatan peningkatan secara statistik. Kepuasan peserta terhadap pelaksanaan kegiatan sangat memuaskan (rata-rata 4,83 dari skala 5), menunjukkan adanya kesenjangan antara penerimaan emosional dan capaian kognitif yang terukur. Penemuan ini menekankan bahwa evaluasi pendidikan kesehatan pada kelompok dengan pengetahuan dasar yang tinggi memerlukan alat yang lebih sensitif serta harus diperluas ke aspek sikap dan perilaku, bukan hanya sebatas pengetahuan kognitif.
Low awareness of personal hygiene among adolescent girls increases the likelihood of skin problems and other health issues, while educational programs focusing on the school environment and daily social interactions remain rarely available on a comprehensive scale. This community service activity assessed the effectiveness of the interactive education program “Glow Up Inside Out: Building a Clean Lifestyle at School and Hangouts” in improving knowledge and awareness of personal hygiene among teenage girls at SMA Kyai Ageng Basyariyah, Madiun Regency, conducted on June 11, 2026. A pre-post test group design was applied to 15 participants from the 11th grade (aged 16–18 years, paired data), with the intervention comprising interactive lectures, a Q&A session with prizes, and knowledge measurement using a Google Form questionnaire. The results revealed a pattern that contradicted initial assumptions: the average knowledge score actually decreased from 90.7% on the pre-test to 84.0% on the post-test, while the proportion of participants who answered all questions correctly remained consistent at 73.3% in both measurements. An analysis of individual data showed that the decline in the group score did not reflect a failure of the intervention. Instead, it was caused by two participants who gave inconsistent answers on the post-test presumably due to declining concentration as lunchtime approached, as well as a ceiling effect, where initially high pre-test scores limited the potential for statistically significant improvement. Participant satisfaction with the implementation of the activity was highly positive (averaging 4.83 on a 5-point scale), indicating a gap between emotional reception and measurable cognitive achievement. These findings emphasize that evaluating health education in groups with high baseline knowledge requires more sensitive tools and should be expanded to include attitude and behavioral aspects, rather than being limited solely to cognitive knowledge.




