GAMBARAN ASUPAN ENERGI MASYARAKAT BERDASARKAN METODE FOOD RECALL 2×24 JAM
Kata Kunci:
Asupan Energi, Food Recall, Konsumsi Pangan, Status Gizi, AKGAbstrak
Asupan energi yang tidak adekuat pada kelompok usia dewasa muda menjadi perhatian serius dalam bidang gizi dan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat asupan energi pada masyarakat usia 20-30 tahun di wilayah Sidoarjo berdasarkan metode food recall 2x24 jam serta membandingkannya dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) sebesar 2100 kkal. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan 30 responden yang dipilih melalui teknik convenience sampling. Data konsumsi pangan dikumpulkan melalui wawancara recall selama dua hari tidak berturut-turut, kemudian dihitung kandungan energinya menggunakan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI). Tingkat kecukupan energi dikategorikan menjadi kurang (<80% AKG), cukup (80–110% AKG), dan lebih (>110% AKG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) berada dalam kategori cukup dengan rata-rata asupan energi berkisar antara 1725–1950 kkal per hari. Pola konsumsi responden cukup beragam dengan sumber makanan utama berupa nasi, lauk hewani, lauk nabati, dan sayuran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa asupan energi masyarakat usia 20–30 tahun di Sidoarjo secara umum telah memenuhi kebutuhan yang dianjurkan. Edukasi gizi tetap diperlukan untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat.
Inadequate energy intake among young adults is a serious concern in nutrition and public health. This study aimed to describe energy intake levels among individuals aged 20–30 years in the Sidoarjo area using the 2×24-hour food recall method and compare them with the recommended dietary allowance (RDA) of 2100 kcal. A descriptive design was employed with 30 respondents selected through convenience sampling. Dietary data were collected through 24-hour recall interviews on two non-consecutive days and analyzed using the Indonesian Food Composition Table (TKPI). Energy adequacy was categorized as deficient (<80% RDA), adequate (80–110% RDA), or excessive (>110% RDA). Results showed that all respondents (100%) fell within the adequate category, with mean energy intake ranging from 1725 to 1950 kcal per day. Dietary patterns were varied, with main food sources including rice, animal-based side dishes, plant-based side dishes, and vegetables. This study concludes that energy intake among individuals aged 20–30 years in Sidoarjo generally meets recommended requirements. Nutritional education remains essential to sustain and improve dietary quality in the community.




