ANALISIS KEMAUAN DAN KEMAMPUAN MEMBAYAR IURAN JKN PESERTA BUKAN PENERIMA UPAH DI INDONESIA

Penulis

  • Riska Rahmadianti Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Al Kafi Mumtazah Nadhiroh Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Afni Febrianti Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Fitriani Pramita Gurning Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Kata Kunci:

Ability To Pay (ATP), Willingness To Pay (WTP), JKN, PBPU, BPJS Kesehatan

Abstrak

Kemampuan membayar (Ability to Pay/ATP) dan kemauan membayar (Willingness to Pay/WTP) merupakan faktor penting yang memengaruhi kepatuhan pembayaran iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi ATP dan WTP iuran JKN pada peserta PBPU di Indonesia. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA. Pencarian literatur dilakukan melalui Google Scholar, Scopus, dan PubMed pada periode 2021–2026. Dari 40 artikel yang ditemukan, sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ATP dipengaruhi oleh pendapatan, pengeluaran rumah tangga, dan jumlah tanggungan keluarga. Sementara itu, WTP dipengaruhi oleh pengetahuan, pendidikan, persepsi mutu pelayanan, persepsi risiko, riwayat penyakit katastropik, dan kemudahan akses pembayaran. Hasil sintesis juga menunjukkan bahwa ATP dan WTP saling berkaitan dalam menentukan kepatuhan pembayaran iuran JKN. Oleh karena itu, peningkatan kepatuhan pembayaran iuran memerlukan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada kemampuan ekonomi masyarakat, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan edukasi peserta JKN.

Ability to Pay (ATP) and Willingness to Pay (WTP) are important factors influencing National Health Insurance (JKN) contribution compliance among independent Non-Wage Workers (PBPU) participants. This study aims to analyze the factors influencing ATP and WTP of JKN contributions among PBPU participants in Indonesia. The study used the Systematic Literature Review (SLR) method with the PRISMA approach. The literature search was conducted through Google Scholar, Scopus, and PubMed during the period 2021–2026. Of the 40 articles found, 10 met the inclusion criteria and were analyzed. The results showed that ATP was influenced by income, household expenditure, and the number of dependents. Meanwhile, WTP was influenced by knowledge, education, perception of service quality, risk perception, history of catastrophic illness, and ease of payment access. The synthesis results also showed that ATP and WTP are interrelated in determining JKN contribution compliance. Therefore, improving contribution payment compliance requires an approach that focuses not only on the community's economic capacity but also on improving the quality of health services and education for JKN participants.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30