PERSEPSI DAN KEPATUHAN PEKERJA DALAM MENGGUNAKAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) KABUPATEN MANDAILING NATAL

Penulis

  • Rahmi Indah Syahrina Nasution Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Kata Kunci:

Persepsi, Kepatuhan, APD, BPBD, Keselamatan Kerja

Abstrak

Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) krusial bagi pekerja BPBD yang berhadapan dengan risiko tinggi saat penanggulangan bencana. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi persepsi dan tingkat kepatuhan pekerja BPBD Kabupaten Mandailing Natal terhadap penggunaan APD. Metode yang digunakan kualitatif deskriptif digunakan dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi pada kepala pelaksana, kepala bidang, serta personel lapangan. Hasil menunjukkan pemahaman pekerja terhadap pentingnya APD sudah baik, namun kepatuhan belum optimal. Kendala utama meliputi keterbatasan jumlah dan kualitas APD, rasa tidak nyaman, kurangnya pelatihan teknis, serta lemahnya pengawasan internal. Kebijakan penggunaan APD sudah berjalan namun belum maksimal karena keterbatasan anggaran. Disarankan penguatan sosialisasi, pengadaan APD memadai, pelatihan rutin, dan peningkatan pengawasan otoritas. Kesimpulan penelitian ini persepsi positif tidak menjamin kepatuhan tinggi sehingga diperlukan pendekatan sistemik untuk perlindungan optimal pekerja di lingkungan kebencanaan.

The use of Personal Protective Equipment (PPE) is crucial for BPBD workers who face high risks during disaster management. This study aims to explore the perceptions and compliance levels of BPBD workers in Mandailing Natal Regency regarding the use of PPE. The descriptive qualitative method was used, with data collection through in-depth interviews and observations of the head of the implementation, the head of the division, and field personnel. The results indicate that workers' understanding of the importance of PPE is good, but compliance is not optimal. The main obstacles include limited quantity and quality of PPE, discomfort, lack of technical training, and weak internal supervision. The policy on the use of PPE has been implemented but has not been optimal due to budget constraints. It is recommended to strengthen socialization, procure adequate PPE, routine training, and increase authority supervision. The conclusion of this study is that a positive perception does not guarantee high compliance, so a systemic approach is needed for optimal protection of workers in disaster environments.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30