PENERAPAN TRANSFUSI PRC UNTUK MENGATASI PERFUSI PERIFER TIDAK EFEKTIF PADA ANAK THALASEMIA DI RUANG WIJAYAKUSUMA ATAS RSUD KARDINAH TEGAL

Penulis

  • Ferti Anggraeni Universitas Harapan Bangsa Purwokerto
  • Murniati Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Kata Kunci:

Thalasemia, Transfusi PRC, Perfusi Perifer Tidak Efektif

Abstrak

Latar Belakang: Thalassemia adalah gangguan genetik yang menyebabkan produksi hemoglobin terganggu, yang mengakibatkan anemia kronis yang memengaruhi perfusi jaringan, terutama di area perifer. Salah satu manifestasi klinis yang umum adalah perfusi perifer yang tidak efektif, ditandai dengan pucat, ekstremitas dingin, waktu pengisian kapiler yang lama, dan kadar hemoglobin yang rendah. Intervensi utama untuk kondisi ini adalah transfusi darah menggunakan Sel Darah Merah Terkumpul (PRC). Tujuan: Untuk menentukan efektivitas transfusi PRC dalam mengelola perfusi perifer yang tidak efektif pada Anak thalassemia. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif, dengan menerapkan proses perawatan keperawatan yang mencakup penilaian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah seorang anak berusia 12 tahun yang didiagnosis menderita thalassemia, dirawat di Ruang Wijayakusuma Atas RSUD Kardinah Tegal. Intervensi terdiri dari transfusi PRC yang diberikan selama tiga hari berturut-turut (3x24 jam), dengan evaluasi dilakukan sebelum dan setelah transfusi. Hasil: Sebelum intervensi, Anak memiliki kadar hemoglobin 8,6 g/dL, waktu pengisian kapiler > 2 detik, ekstremitas dingin, dan penurunan turgor kulit. Setelah transfusi PRC, kadar hemoglobin meningkat menjadi 12,8 g/dL, waktu pengisian kapiler kurang dari 2 detik, ekstremitas menjadi hangat, dan turgor kulit kembali normal. Secara subjektif, Anak juga melaporkan perbaikan, seperti berkurangnya kelelahan dan pucat. Kesimpulan: Transfusi PRC terbukti efektif dalam mengatasi perfusi perifer yang tidak efektif pada Anak talasemia. Intervensi ini meningkatkan kadar hemoglobin dan memperbaiki indikator klinis sirkulasi perifer. Pemantauan terus-menerus terhadap tanda-tanda vital dan kadar hemoglobin sangat penting untuk memastikan efektivitas pengobatan dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

Background: Thalassemia is a genetic disorder that causes impaired hemoglobin production, leading to chronic anemia that affects tissue perfusion, particularly in peripheral areas. One common clinical manifestation is ineffective peripheral perfusion, characterized by pallor, cold extremities, prolonged capillary refill time, and low hemoglobin levels. The primary intervention for this condition is blood transfusion using Packed Red Blood Cells (PRC). Objective: To determine the effectiveness of PRC transfusion in managing ineffective peripheral perfusion in patients with thalassemia. Method: This research employs a descriptive case study approach, utilizing the nursing care process, which encompasses assessment, diagnosis, planning, implementation, and evaluation. The study subject was a 12-year-old child diagnosed with thalassemia, hospitalized in the Wijayakusuma Atas Ward of RSUD Kardinah Tegal. The intervention consisted of PRC transfusion administered over three consecutive days (3x24 hours), with evaluation conducted before and after the transfusion. Results: Before the intervention, the patient had a hemoglobin level of 8.6 g/dL, capillary refill time > 2 seconds, cold extremities, and decreased skin turgor. After the PRC transfusion, the hemoglobin level increased to 12.8 g/dL, the capillary refill time was < 2 seconds, the extremities became warm, and the skin turgor returned to normal. Subjectively, the patient also reported improvements, such as reduced fatigue and pallor. Conclusion: PRC transfusion is proven to be effective in resolving ineffective peripheral perfusion in thalassemia patients. This intervention increases hemoglobin levels and improves clinical indicators of peripheral circulation. Continuous monitoring of vital signs and hemoglobin levels is essential to ensure treatment efficacy and prevent further complications.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-18