PENGARUH TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK STIMULASI PERSEPSI PADA PASIEN HALUSINASI PENDENGARAN DI RSJD DR. AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG JAWA TENGAH

Penulis

  • Adventya Clarintha Latuheru Universitas Karya Husada Semarang
  • Dwi Indah Iswanty Universitas Karya Husada Semarang

Kata Kunci:

Terapi Aktivitas Kelompok, Gangguan Persepsi Sensori, Halusinasi Pendengaran, Keperawatan Jiwa, Terapi Menggambar

Abstrak

Latar Belakang: Halusinasi pendengaran bentuk gangguan persepsi sensori yang ditandai dengan mendengar suara atau bisikan yang tidak nyata. Gejala ini dapat memicu perilaku agresif dan kecenderungan isolasi sosial. Pendekatan non-farmakologis seperti terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi dinilai bermanfaat dalam membantu pasien mengelola halusinasi secara mandiri. Tujuan: Mendekripsikan penerapan terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi dalam asuhan keperawatan pada Pasien dengan masalah gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semerang. Metode: Studi kasus ini melibatkan tiga pasien (Tn. W, Tn. A, dan Tn. N) yang menunjukkan gejala halusinasi pendengaran. Implementasi keperawatan dilakukan pada tanggal 29 Juli 2025 selama 3 minggu melalui pendekatan bertahap, yaitu teknik menghardik halusinasi, bercakap-cakap, membuat jadwal kegiatan harian, dan edukasi minum obat. Analisa data yang digunakan yaitu distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Adanya penurunan signifikan pada indikator verbalisasi mendengar bisikan dan perilaku halusinasi. Skor ketiga pasien mengalami penurunan dari kategori “meningkat” pada hari pertama menjadi “menurun” pada hari ketiga, yang menunjukkan efektivitas dari intervensi art therapy. Kesimpulan: Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Persepsi terbukti efektif dalam mengurangi intensitas dan frekuensi halusinasi pendengaran pada pasien dengan gangguan persepsi sensori. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai alternatif terapi non-farmakologis dalam praktik keperawatan jiwa.

Background: Auditory hallucinations are a form of sensory perception disorder characterized by hearing unreal voices or whispers. This symptom can trigger aggressive behavior and a tendency for social isolation. Non-pharmacological approaches such as perception stimulation group activity therapy are considered useful in helping patients manage hallucinations independently. Objective: To describe the application of perception stimulation group activity therapy in nursing care for patients with sensory perception disorders: auditory hallucinations at Dr. Amino Gondohutomo Regional Mental Hospital, Semerang. Method: This case study involved three patients (Mr. W, Mr. A, and Mr. N) who showed symptoms of auditory hallucinations. Nursing implementation was carried out on July 29, 2025 for 3 weeks through a gradual approach, namely the technique of reprimanding hallucinations, talking, making daily activity schedules, and education on taking medication. Data analysis used was frequency distribution and percentage. Results: There was a significant decrease in the indicators of verbalization of hearing whispers and hallucinatory behavior. The scores of all three patients decreased from "increased" on the first day to "decreased" on the third day, indicating the effectiveness of the art therapy intervention. Conclusion: Perceptual Stimulation Group Activity Therapy has been shown to be effective in reducing the intensity and frequency of auditory hallucinations in patients with sensory perception disorders. This intervention can be used as an alternative non-pharmacological therapy in psychiatric nursing practice.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-29