CHALLENGES IN DISTINGUISHING CERVICAL CANCER FROM ENDOMETRIAL CANCER: AN ACADEMIC HOSPITAL CASE REPORT

Penulis

  • Pocut Adilla Universitas Syiah Kuala
  • Munizar Universitas Syiah Kuala

Kata Kunci:

Karsinoma Endometrium, Adenoskuamosa, Imunohistokimia, Vimentin, P16, FIGO

Abstrak

Latar belakang: Karsinoma serviks dan karsinoma endometrium seringkali memberikan temuan klinis dan morfologi yang tumpang tindih, sehingga penentuan asal primer tumor sering menghadapi tantangan diagnostik. Kesalahan klasifikasi dapat mempengaruhi staging, pilihan terapi, dan prognosis. Pemeriksaan imunohistokimia menjadi pilihan dalam menentukan diagnosis yang tepat. Kasus: Dilaporkan kasus seorang wanita berusia 47 tahun dengan riwayat perdarahan pervaginam persisten selama enam bulan yang memburuk dalam satu bulan terakhir. Pemeriksaan awal dan pencitraan menimbulkan kecurigaan karsinoma serviks, namun pemeriksaan ultrasonografi menunjukkan massa yang mengisi kavum uteri dengan invasi miometrium lebih dari lima puluh persen dan perluasan ke serviks. Pasien menjalani laparotomi eksplorasi dan debulking tumor; intraoperasi terdapat keterlibatan rektosigmoid sehingga dilakukan reseksi usus dan anastomosis. Pemeriksaan histopatologi menunjukkan pola asiner, tubular, solid, dan trabekular dengan komponen skuamosa sehingga sesuai dengan diagnosis karsinoma adenoskuamosa. Pemeriksaan imunohistokimia menunjukkan ekspresi vimentin positif dan p16 negatif, sehingga menetapkan asal primer tumor dari korpus uteri. Ovarium bilateral menunjukkan serous cystadenoma tanpa bukti metastasis. Diagnosis akhir adalah karsinoma endometrium tipe adenoskuamosa stadium IVA. Kondisi pascaoperasi stabil dan pasien direncanakan untuk evaluasi lebih lanjut serta perencanaan terapi adjuvan multidisipliner. Kesimpulan: Pendekatan multidisipliner yang mengintegrasikan temuan klinis, pencitraan, temuan intraoperatif, histopatologi, dan panel imunohistokimia untuk menentukan asal primer nekrosis uterovaginal. Pemeriksaan imunohistokimia khususnya kombinasi penanda vimentin dan p16 memberikan kontribusi diagnostik penting dalam membedakan karsinoma endometrium dari karsinoma serviks. Pemeriksaan molekuler tambahan dan stratifikasi risiko menurut FIGO direkomendasikan untuk menentukan modalitas adjuvan yang tepat.

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-31