PENERAPAN SENAM NIFAS TERHADAP AFTERPAIN PADA IBU POST PARTUM DI RUANG YASMIN RSI PKU MUHAMMADIYAH PEKAJANGAN PEKALONGAN
Kata Kunci:
Afterpain, Postpartum, Senam NifasAbstrak
Afterpain merupakan rasa nyeri atau kram dan rasa mules-mules yang dirasakan ibu setelah persalinan karena kontraksi rahim, sering terjadi pada ibu multipara karena pada ibu multipara uterus yang teregang penuh dua kali lipat cenderung bertambah kendur sehingga nyeri yang dirasakan oleh ibu nifas menjadikan tidak nyaman dan akan menimbulkan dampak gangguan kesehatan. Sehingga dapat mengganggu dalam proses perawatan ibu nifas dan bayinya. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat dilakukan dengan latihan gerakan senam nifas. Penerapan ini untuk mengetahui efektifitas penurunan tingkat afterpain setelah dilakukan penerapan Senam Nifas pada ibu postpartum di ruang Yasmin RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. Desain penulisan ini menggunakan study kasus dengan melakukan penilaian pada ibu post partum pre dan post penerapan intervensi senam nifas selama dua hari dengan pemberian satu kali dalam sehari. Partisipan pada study kasus ini adalah pasien dengan ibu pasca melahirkan spontan di ruang Yasmin RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. Menunjukkan bahwa terapi non farmakologi penerapan senam nifas dapat menurunkan tingkat afterpain pada ibu post partum spontan. Dengan penurunan skala nyeri sedang menjadi skala ringan. Terapi senam nifas pada ibu post partum dapat menurunkan ketidaknyamanan yang disebabkan afterpain. Penerapan senam nifas dapat dilakukan secara mandiri oleh ibu 6 jam post partum spontan.
Afterpain is a feeling of pain or cramps and a feeling of nausea felt by the mother after giving birth due to uterine contractions. It often occurs in multiparous mothers because in multiparous mothers, the uterus which is fully stretched twice as much tends to become looser so that the pain felt by the postpartum mother becomes uncomfortable and will cause health problems. So it can interfere with the process of caring for postpartum mothers and their babies. One non-pharmacological therapy that can be done is postpartum exercise. This application is to determine the effectiveness of reducing afterpain levels after implementing postpartum exercise on postpartum mothers in the Yasmin room at RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. The design of this writing uses a case study by conducting an assessment of postpartum mothers pre and post implementation of the postpartum exercise intervention for two days with administration once a day. Participants in this case study were patients whose mothers had given birth spontaneously in the Yasmin room at RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. Shows that non-pharmacological therapy applying postpartum exercise can reduce afterpain levels in spontaneous postpartum mothers. By reducing the scale of moderate pain to a mild scale.




