HUBUNGAN ANTARA WAKTU TUNGGU PELAYANAN DENGAN LUARAN KLINIS PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI UNIT GAWAT DARURAT RS TK II MOH. RIDWAN MEURAKSA JAKARTA TIMUR
Kata Kunci:
Demam Berdarah Dengue, Waktu Tunggu, Luaran Klinis, Unit Gawat DaruratAbstrak
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi beban signifikan di Indonesia, khususnya di wilayah endemis seperti DKI Jakarta. Jakarta Timur tercatat sebagai salah satu wilayah dengan angka kejadian DBD tertinggi, yang berdampak pada meningkatnya kunjungan pasien ke Unit Gawat Darurat (UGD). Kecepatan pelayanan di UGD, terutama waktu tunggu sejak pasien datang hingga mendapatkan penanganan medis awal, menjadi faktor krusial dalam menentukan luaran klinis pasien DBD mengingat risiko progresi cepat menuju syok dan perdarahan berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara waktu tunggu pelayanan dengan luaran klinis pasien DBD di Unit Gawat Darurat RS TK II Moh. Ridwan Meuraksa Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien DBD yang datang ke UGD RS TK II Moh. Ridwan Meuraksa pada periode Agustus–Oktober 2025 sebanyak 237 pasien, dengan sampel minimal 71 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari rekam medis pasien, meliputi waktu tunggu pelayanan dan luaran klinis pasien. Waktu tunggu dikategorikan menjadi cepat (≤30 menit), sedang (31–60 menit), dan lambat (>60 menit), sedangkan luaran klinis diklasifikasikan menjadi luaran baik dan luaran buruk. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Sebagian besar pasien DBD dalam penelitian ini mengalami luaran klinis buruk (60,6%), menunjukkan bahwa lebih dari setengah responden belum mencapai kondisi optimal setelah pelayanan. Mayoritas waktu tunggu pelayanan berada pada kategori sedang (59,2%), menandakan masih adanya peluang perbaikan sistem pelayanan di UGD RS Tk II Moh. Ridwan Meuraksa. Selain itu, terdapat hubungan bermakna antara waktu tunggu pelayanan dan luaran klinis pasien DBD (p = 0,039).




