HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU SWAMEDIKASI OBAT ANALGESIK DI APOTEK PURI MENDAWAI PANGKALAN BUN 2024
Kata Kunci:
Swamedikasi, Perilaku, Tingkat Pengetahuan, Obat Analgesik, Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Uji rank SpearmanAbstrak
Dalam praktek swamedikasi, banyak terjadi kesalahan dalam suatu pengobatan yang disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap obat, penggunaan obat dan informasi obat. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa Provinsi Kalimantan Tengah memiliki prevalensi swamedikasi yang tinggi yaitu 80,73% pada Tahun 2020 dan meningkat pada Tahun 2021 menjadi 89,46% sehingga menempatkan Kalimantan Tengah pada peringkat kedua provinsi dengan angka swamedikasi tertinggi di Indonesia (Statistik-Indonesia-2021, n.d.)(Citrariana & Paramawidhita, 2023). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi obat analgesik di apotek puri Mendawai Pangkalan Bun 2024. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner kepada 70 responden di Apotek Puri Mendawai Pangkalan Bun 2024. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan tools Ms. Excel dan SPSS dengan melibatkan Uji rank Spearman untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi golongan obat analgesik. Berdasarkan hasil pengolahan data, tingkat pengetahuan pasien nyeri terhadap obat analgesik di Apotek Puri Mendawai Pangkalan Bun 2024 tergolong baik (54.2%), sedangkan tingkat perilaku pengetahuan pasien nyeri terhadap obat analgesik di Apotek Puri Mendawai Pangkalan Bun 2024 tergolong cukup baik (67%). Hasil Uji rank Spearman didapatkan signifikasi nilai r sebesar 0,341 dengan nilai (p value) sebesar 0,002. Hal ini meunjukan bahwa p<0,005 yang artinya terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku swamedkasi obat analgesik di Apotek Puri Mendawai Pangkalan Bun.
In the practice of self-medication, a lack of public knowledge regarding drugs, drug use and drug information frequently leads to erroneous treatment. According to data from the Central Statistics Agency, it shows that Central Kalimantan Province has a high prevalence of self-medication, namely 80.73% in 2020 and increased in 2021 to 89.46%, placing Central Kalimantan in second place in the province with the highest self-medication rate in Indonesia. The aim of this study was to determine the level of knowledge on the self-medication behavior of analgesic drugs at the puri Mendawai pharmacy in Pangkalan Bun 2024. The data were collected by distributing questionnaires to 70 respondents at Puri Mendawai Pharmacy in Pangkalan Bun, 2024. The data were analyzed using the Microsoft Excel and SPSS software, with the Spearman rank correlation test employed to ascertain the relationship between the level of knowledge and the self-medication behavior of analgesic drug groups. The results show the level of knowledge of pain patients on analgesic drugs at Puri Mendawai Pharmacy Pangkalan Bun 2024 is classified as good (54.2%), while the level of knowledge behavior of pain patients on analgesic drugs at Puri Mendawai Pharmacy Pangkalan Bun 2024 is quite good (67%). The results of the Spearman rank test obtained a significance r value of 0.341 with a value (p value) of 0.002. This shows that p <0.005, which means that there is a relationship between the level of knowledge and self-medication behavior of analgesic drugs at Puri Mendawai Pharmacy, Pangkalan Bun.




