FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU HAMIL DALAM PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE (ANC) DI RSU CUT MEUTIA KOTA LHOKSEUMAWE

Penulis

  • Saimah Kemenkes Poltekes Aceh
  • Yenni Fitri Wahyuni Kemenkes Poltekes Aceh

Kata Kunci:

Antenatal Care, Pengetahuan, Sikap, Dukungan Suami, Ibu Hamil, RSU Cut Meuti

Abstrak

Latar Belakang: Kesehatan ibu dan bayi menjadi indikator penting dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ketiga yang menargetkan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Meskipun pemeriksaan Antenatal Care (ANC) terbukti efektif dalam mendeteksi dini risiko komplikasi kehamilan, cakupan pemeriksaan ANC yang sesuai standar di Indonesia masih belum optimal. Di Kabupaten Aceh Utara, termasuk di wilayah rujukan RSU Cut Meutia, tantangan seperti keterbatasan pengetahuan ibu hamil, hambatan ekonomi, sosial budaya, serta akses terhadap layanan kesehatan masih menjadi penghalang dalam pelaksanaan ANC secara tepat waktu dan berkualitas. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan kunjungan ANC pada ibu hamil di RSU Cut Meutia, Kota Lhokseumawe tahun 2025. Metode penelitian: Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross-sectional, melibatkan 40 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi sebesar 62,5%, namun sikap negatif terhadap pemeriksaan ANC masih mendominasi pada 55% responden. Ketepatan kunjungan ANC ditemukan pada 77,5% responden. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan (ρ = 0,005), sikap (ρ = 0,002), dan dukungan suami (ρ= 0,025) dengan ketepatan kunjungan ANC pada ibu hamil. Kesimpulan: Pengetahuan, sikap ibu, dan dukungan suami secara signifikan memengaruhi kepatuhan kunjungan ANC. Saran: Intervensi edukatif dan keterlibatan keluarga sangat penting dalam meningkatkan partisipasi ANC untuk mendukung kesehatan ibu dan janin.

Background: Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) remain global health challenges, including in Indonesia. Antenatal Care (ANC) plays a crucial role in the early detection of pregnancy complications to reduce both MMR and IMR. Research Objective: This study aims to analyze the factors that influence the timeliness of ANC visits among pregnant women at Cut Meutia General Hospital, Lhokseumawe City. Research Method: This study employed a quantitative approach with a cross- sectional design, involving 40 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using a questionnaire and analyzed using univariate and bivariate methods with the Chi-Square test. Research Results: The results showed that the majority of respondents had a high level of knowledge (62.5%), although negative attitudes toward ANC were still dominant (55%). Timely ANC visits were observed in 77.5% of respondents. Bivariate analysis using the Chi-Square test indicated a significant relationship between knowledge level (ρ = 0.005), attitude (ρ = 0.002), and husband’s support (ρ = 0.025) with the timeliness of ANC visits among pregnant women. Conclusion: Knowledge, maternal attitudes, and husband’s support significantly influence compliance with ANC visits. Recommendation: Educational interventions and family involvement are essential to improving ANC participation and supporting maternal and fetal health..

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-29