HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG MASA SUBUR DENGAN PERILAKU PEMANTAUAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI SMK TERPADU AL FARABI KECAMATAN SUNGGAL
Kata Kunci:
Masa Subur, Pengetahuan, Perilaku, Pemantauan Siklus Menstruasi, Remaja PutriAbstrak
Pengetahuan mengenai masa subur merupakan salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi perilaku pemantauan siklus menstruasi pada remaja putri. Rendahnya pemahaman tentang masa subur dapat menyebabkan remaja kurang mampu mengenali siklus menstruasi secara tepat sehingga berpotensi memengaruhi kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang masa subur dengan perilaku pemantauan siklus menstruasi pada remaja putri di SMK Terpadu Al Farabi Kecamatan Sunggal. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh remaja putri kelas X dan XI yang telah mengalami menstruasi di SMK Terpadu Al Farabi Kecamatan Sunggal. Sampel berjumlah 42 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tentang masa subur pada kategori cukup (66,7%) dan perilaku pemantauan siklus menstruasi pada kategori cukup (61,9%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang masa subur dengan perilaku pemantauan siklus menstruasi (p=0,001). Responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik memiliki peluang enam kali lebih besar untuk memiliki perilaku pemantauan siklus menstruasi yang baik (PR=6,00; 95% CI: 2,36–15,26). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang masa subur dengan perilaku pemantauan siklus menstruasi pada remaja putri di SMK Terpadu Al Farabi Kecamatan Sunggal. Peningkatan edukasi kesehatan reproduksi, khususnya mengenai masa subur dan siklus menstruasi, diharapkan dapat meningkatkan perilaku pemantauan siklus menstruasi pada remaja putri.
Knowledge of the fertile period is an important factor influencing menstrual cycle monitoring behavior among adolescent girls. Limited understanding of the fertile period may reduce adolescents' ability to recognize their menstrual cycle accurately, thereby affecting reproductive health. This study aimed to determine the relationship between the level of knowledge about the fertile period and menstrual cycle monitoring behavior among adolescent girls at SMK Terpadu Al Farabi, Sunggal District. This study employed a quantitative analytic observational design with a cross-sectional approach. The study population consisted of all female students in grades X and XI who had experienced menstruation at SMK Terpadu Al Farabi, Sunggal District. A total of 42 respondents were selected using the total sampling technique. Data were collected using validated and reliable questionnaires and analyzed through univariate and bivariate analyses using the Chi-Square test with a 95% confidence level (α = 0.05). Most respondents had a moderate level of knowledge regarding the fertile period (66.7%) and moderate menstrual cycle monitoring behavior (61.9%). Bivariate analysis revealed a significant relationship between knowledge of the fertile period and menstrual cycle monitoring behavior (p = 0.001). Respondents with good knowledge were six times more likely to demonstrate good menstrual cycle monitoring behavior than those with moderate knowledge (PR = 6.00; 95% CI: 2.36–15.26). There was a significant relationship between the level of knowledge about the fertile period and menstrual cycle monitoring behavior among adolescent girls at SMK Terpadu Al Farabi, Sunggal District. Improving reproductive health education, particularly regarding the fertile period and menstrual cycle, is expected to enhance menstrual cycle monitoring behavior among adolescent girls.




