HUBUNGAN JENIS KELAMIN, PENDIDIKAN DAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN RESILIENSI PASIEN PRE OPERASI ORIF DI RST WIJAYAKUSUMA PURWOKERTO
Kata Kunci:
Resiliensi, ORIF, Jenis Kelamin, Tingkat Pendidikan, Tingkat Pengetahuan, Pasien Pre-Operasi, Pembedahan OrtopediAbstrak
Pembedahan merupakan suatu tindakan invasif yang bertujuan untuk mengobati suatu penyakit yang telah didiagnosis sebelumnya, pembedahan dilakukan dengan membuka bagian tubuh dengan melakukan sayatan pada kulit sehingga organ yang mengalami masalah dapat terlihat Penatalaksanaan fraktur salah satunya yaitu dengan Open Reduction Internal Fixation (ORIF). ORIF adalah tindakan medis dengan pembedahan untuk mengembalikan posisi tulang yang patah. Resiliensi merupakan kemampuan individu dalam mempertahankan stabilitas psikologis dalam menghadapi stress. Kemampuan resiliensi diantaranya membuat seseorang memiliki pengendalian diri yang tinggi. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi resiliensi, yaitu jenis kelamin, tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan jenis kelamin, pendidikan dan tingkat pengetahuan dengan resiliensi pasien pre operasi orif di rst wijayakusuma purwokerto. Desain penelitian ini menggunakan analisis korelasi dengan pendekatan cross sectional study. Variable dalam penelitian ini adalah jenis kekamin, pendidikan, tingkat pengetahuan dan resiliensi. Penelitian ini dilakukan di RST Wijayakusuma Purwokerto pada bulan Febuari 2025. Populasi pada penelitian ini sebanyak 45 orang dengan sampel yang digunakan sebanyak 40 responden dengan Teknik pengambilan sampel accidental sampling. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner dan hasilnya akan di olah menggunakan SPSS dengan uji rank spearman. Hasil penelitian ini menunjukan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan tingkat pengetahuan dengan reseliensi pada pasien pre orif di RST Wijayakusuma Purwokerto, sedangkan terdapat hubungan antara pendidikan dengan resiliensi pada pasien pre orif di RST Wijayakusuma Purwokerto.
Surgery is an invasive procedure that aims to treat a previously diagnosed disease, surgery is performed by opening a part of the body by making an incision in the skin so that the affected organ can be seen. One of the fracture management methods is Open Reduction Internal Fixation (ORIF). ORIF is a medical procedure with surgery to restore the position of a broken bone. Resilience is an individual's ability to maintain psychological stability in the face of stress. Resilience abilities include making someone have high self-control. There are several factors that can affect resilience, namely gender, education level and level of knowledge. The purpose of this study was to analyze the relationship between gender, education and level of knowledge with the resilience of pre-ORIF surgery patients at RST Wijayakusuma Purwokerto. The design of this study uses correlation analysis with a cross-sectional study approach. The variables in this study are gender, education, level of knowledge and resilience. This study was conducted at RST Wijayakusuma Purwokerto in February 2025. The population in this study was 45 people with a sample of 40 respondents using the accidental sampling technique. Data collection in this study used a questionnaire and the results will be processed using SPSS with the Spearman rank test. The results of this study indicate that there is no significant relationship between gender and level of knowledge with resilience in pre-orif patients at RST Wijayakusuma Purwokerto, while there is a relationship between education and resilience in pre-orif patients at RST Wijayakusuma Purwokerto.




