PENERAPAN RANGE OF MOTION (ROM) PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK DI WISMA JOLOTUNDO PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA “ABIYOSO”

Penulis

  • Hanifia Ifada Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Kartinah Universitas Muhammadiyah Surakarta

Kata Kunci:

Gangguan mobilitas fisik, Range of motion, Stroke

Abstrak

Latar Belakang: Stroke adalah serangan mendadak yang mengganggu sebagian atau seluruhnya fungsi otak. Defisit neurologis yang dialami sebagian besar penderita stroke memiliki dampak pada kemampuan aktivitas sehari-hari para penderitanya serta penurunan rentang kekuatan otot. Salah satu cara untuk mengatasi hemiparesis adalah dengan berolahraga, seperti memperluas jarak gerak. Salah satu program yang ditawarkan sebagai terapi rehabilitasi untuk orang tua adalah latihan gerakan aktif. Ini dapat membantu orang tua memperbaiki mobilitas dan aktivitas mereka serta mencegah kekakuan dan kelemahan otot. Metode: Metode studi kasus deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Peneliti akan melibatkan pasien untuk melakukan terapi rangkaian gerakan aktif. Peneliti melakukan latihan gerakan rentang gerakan dengan subjek setiap hari selama tiga puluh hingga empat puluh lima menit, dengan lima hingga delapan kali pengulangan gerakan. Setelah itu, evaluasi dan dokumentasi hasil penelitian akan dilakukan. Hasil: Setelah delapan hari implementasi range of motion, subjek kelompok intervensi menunjukkan peningkatan kekuatan otot. Kesimpulan: Pada pasien penderita kelemahan otot setelah stroke, range of motion dapat membantu meningkatkan kekuatan otot mereka dibandingkan dengan pasien yang tidak melakukan range of motion.

Unduhan

Diterbitkan

2024-05-31