FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA PETUGAS DALAM PELAKSANAAN PROGRAM INDONESIA SEHAT DENGAN PENDEKATAN KELUARGA DI PUSKESMAS TARUS KABUPATEN KUPANG

Penulis

  • Maria Trifonia Mole Huar Noning Universitas Nusa Cendana
  • Yendris K. Syamruth Universitas Nusa Cendana
  • Marylin S. Junias Universitas Nusa Cendana

Kata Kunci:

Kinerja, Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga

Abstrak

Kinerja sebuah organisasi kesehatan sangat dipengaruhi oleh keberhasilan terlaksananya sebuah program kesehatan, melalui PIS-PK, Puskesmas dituntut untuk meningkatkan jangkauan sasaran dan meningkatkan akses pelayanan kesehatan dengan mendatangi keluarga yang berada di wilayah kerjanya. Petugas di Puskesmas adalah pelaku pelaksanan Program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga (PIS-PK), oleh karena itu untuk menilai keberhasilan sebuah perogram dianggap penting untuk mengukur kinerja petugas sebagai salah satu indikator keberhasilan terlaksana PIS-PK secara baik di tingkat Puskesmas. Pentingnya PIS-PK karena merupakan salah satu program yang diprioritaskan dalam pembangunan kesehatan diindonesia yang tertuang dalam Permenkes Nomor 39 Tahun 2016 tentang Program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga (PIS-PK). Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang Mempengaruhi kinerja petugas dalam pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga (PIS-PK) di Puskesmas Tarus Kabupaten kupang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dari penelitian ini adalah semua pegawai di Puskesmas, dan teknik sampling dengan rumus Slovin didapatkan sample sebesar 75 pegawai. Pengolahan data dilakukan dengan komputerisasi dan dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian dari data univariat menunjukkan kinerja tenaga kesehatan yang masuk dalam kategori baik dalam melaksanaan Program Indoneia Sehat dengan pendekatan keluarga (PIS-PK) yaitu sebesar 53,3%, dan kinerja kurang baik sebesar 46,7%. Penilaian insentif dari petugas masuk dalam kategori insentif baik sebesar 17, 3% dan insentif kurang bak sebesar 82,7%, penilaian kepemimpinan kepala puskesmas bernilai baik sebesar 17,3% dan kurang baik sebesar 82,7%, dan penilaian desain pekerjaan baik sebesar 6,7% dan desain pekerjaan kurang baik sebesar 93,3%. Hasil bivariat menggunakan Uji korelasi Spearman's rho didapatkan terdapat hubungan signifikan desain pekerjaan dengan kinerja petugas dalam pelaksanan PIS-PK (p value=0,030) dengan hasil koefisien korelasi sebesar 0,250 yang berarti kekuatan pengaruh masuk dalam kategori rendah. Faktor yang tidak berhubungan dengan kinerja petugas dalam pelaksanaan PIS-PK adalah insentif (p value=0,237), Kepemimpinan (p value=0,237). Hasil ini mengambarkan desain pekerjaan merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kinerja petugas kesehatan dalam pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga. Diharapkan kepada Puskesams Setempat untuk merancang desain pekerjaan yang efektif dan efesien bagi petugas agar dalam pelaksanan PIS-PK dapat terlaksana secara optimal dan mendukung tercapainya tujuan organisasi lebih baik.

Unduhan

Diterbitkan

2025-03-30